Tuesday, August 7, 2007

Ada Cinta di Yogyakarta

Ada cinta di Yogyakarta, kira-kira demikianlah aku jika boleh berkata.
inilah dia di antaranya:



Eh salah ding, bukan yang ini. maaf. anggap foto yang ini gak ada. yang benar adalah yang di bawah. heheh...

Nah..
sebuah malam di Taman Kuliner

Matamu hilang jejak (bait puisinya Tsabit)
Senyum dan kebahagiaan
dan cinta..

duh...

Tidakkah tanganku sekekar hatiku?
untukmu, yang semerah hatimu
juga bajumu

"Malam ini semakin dingin sayang.."

"Apakah kau harus kusembunyikan di kantomg bajuku
atau di dalam dompet?"

"Lihat.. ada sebuah dunia di sana."

"Tepatnya di hadapan kita."

Aihh.. diri yang sendiri ini.
tapi tidakkah kaus elalu ada di mana pun, sayang?
maka malam yang buram
dan kau yang hitam tenggelam
oleh segala yang buram

sekali lagi lihatlah,
dimanakah Fahmi??

ah.. inikah kebencian?
tentu tidak..
ialah kesedihan, pertemuan yang akan mengentalkan jarak.
tapi lihatlah, kami tegar bukan???

Thursday, July 26, 2007

sajak sajak sederhana

Sajak Kepada Semua Orang

Kepada kalian yang sempat mengenaliku

Padamulah sajak ini kutuliskan

Agar tunai utang janjiku

Kepada kalian yang sempat kusakiti

Kutasbihkan tubuh ini untuk seluruh kebencian

Agar kelak tak ada yang mengenang kebaikan

Yang belum pernah kuperbuat

Kepada kalian yang sempat membenciku

Kupercayakan takdirku atasmu

Agar kelak aku tak melulu hitam-putih

Kesadaranku masih penuh

Kadang, untuk sebuah kejahatan tak ada

Yang pernah meniatkan. Dan kejahatan tercipta

Ketika kau merasa menjadi korban.

Kepada kalian yang sempat merasa dendam

Kuyakini dengan segala kesungguhan

Kaulah malaikat itu yang menentukan arah hidupku

Kepada kalian, kurasa tak perlu maaf

Dengan demikian impaslah kita

Dan kalian tak perlu membayar atas pelajaran

Sederhana ini; tak akan ada yang mengulang

Kejahatan yang sempat kuciptakan.

2007

Sajak kecil

Cinta yang Sederhana

ketika bumi ini terlelap dalam kesunyian abadi

aku masih terjaga menungguimu.

ketika malam merangkak di pucuknya,

aku masih berkata-kata tentang cinta.

bila hidup mengembalikan apa saja ke asal mula

aku masih saja merapal ingatan kepadamu.

bahkan, malam pun serupa lantunan doa,

sebab cinta tak mengenal batas siang atau malam,

tidur atau jaga.

maka, sempurnakanlah pejammu

sebab pada mimpi buruk sekali pun

akan kau temukan tanganku terulur kepadamu.

cinta adalah yang bisa merapikan segalanya

dari dosa dan rahasia.

ketika malam mengembalikanmu pada

kesucian paling purba

segala asal mula sedang digarap untukmu.

ketika terbangun dan kau menjumpaiku

dengan seonggok kisah basi

maka itulah cinta. sepenggal kisah sederhana

sepanjang malam dan pagi harimu.

rumahlebah, 2007

Inalilahi wainailahi raji’un

Telah meninggal

DJATI WALUYO (Yoyok)

47 tahun

13 Juli 2007

Kami memohon maaf atas segala kesalahan yang dilakukan almarhum semasa hidupnya. Semoga diampuni semua dosa-dosanya oleh Allah SWT dan diberi tempat yang layak di sisi-Nya. Amin-amin ya Rabbal Alamin.

Kami yang berduka cita:

Keluarga Syahbandria

Keluarga Umi Pujoherwati


Begitu gampangnya kesempatan itu. tak ada yang menduga kecuali Dia yang berkehendak dan dia yang meminta. segalanya sudah diaturkah bukan? maka izinkan kami melepas segala yang pergi, segala yang mati. bukankah kelak kita akan susul-menyusul menuju-Nya juga?

ah..!!!

Sunday, July 22, 2007

sejarah kecil



sebuah ingatan sederhana



Juni, ketika FKY





duhhh...


Mutia Sukma-Koto

Tuesday, June 19, 2007

momento

ingatan, kadangkala mengingatkan kita akan sebuah hal: perih dan sedih. tetapi, tidak hari ini.


adakah ini semacam kesunyian atau semacam kemerdekaan ketika kau sendirian, sayang?


ketika ini, adalah waktu terasa berhenti


kadangkala, kita hadir di suasana yang lain dengan cinta yang sama. di antara keramaian, pada siapa pun kita bertatap, pada apa pun kita mengenal. kita adalah kita, untuk sebuah waktu yang panjang.


ah, kata, apalah kata, tak cukup bisa menghapus semua jejak. dan jauh di depan, apa pun bisa saja terjadi. tapi, bukankah kita berpeluk, hingga angin pun tak bisa lewat?



ai-ai, kita yang senantiasa bersama bukans emata urusan cinta. tapi sesuatu yang lahir tiba-tiba, saat di mana kau membutuhkanku, saat bila aku butuhmu. dan kita, memang tak melulu untuk ini.

di sana, di depan kita apa-apa selalu ada. segalanya bisa terjadi. kemungkinan-kemungkinan yang tidak pernah kita sadari...


dan, aku merenggas tanpa kita. juga kau, tentu saja...

tentang hati

aih, di sini, akankah selalu ada cinta???
Begitulah sayangku, aku selalu saja diusik sejuta gaduh tentang rasa dan hati. siapa yang bisa meyakini pikirannya esok pagi atau lusa nanti?
Tentu tak ada yang salah jika kelak kita sudahi semuanya. salah satu dari kita pergi dengan sesungguhnya dan satu yang lain meraba perih. tapi apa pun itu, kita harus mencoba menerimanya. sebagaimana kau, juga aku.
Tapi ta, aku ingin kita selalu di sini. di rumah sederhana yang kita cipta dnegan segudang impian dan harapan. sampai kita tua, sampai di mana kita pergi, lenyap dan tak ada lagi.
masihkah sudi kau di sini bersamaku menatap matahari pagi??